Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Selasa, 04 Maret 2008

Kunjungan



Salah satu kegiatan pemilik dengan para mahasiswa lain yang mendapatkan beasiswa dari Departemen Perindustrian yaitu kunjungan ke industri-industri kecil berbasis pangan sesuai dengan konsentrasi dari program pendidikan yang di jalani. Hari itu 17 Desember 2007 para rombongan mahasisiwa ATIP melakukan kunjungan ke salah satu industri kecil pangan di Kota Pdang Panjang sekitar dua jam dari Kota Padang. Salah satu industri makanan yang dikunjungi adalah industri kue bolu Sakura.

Berita

Menkes Minta BPOM Uji 96 Merek Susu Formula
Selasa, 04-03-2008 | 22:46:28
JAKARTA, SELASA - Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari meminta agar masyarakat bersabar menunggu hasil uji laboratorium terhadap 96 merek susu formula yang sedang diteliti oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

"Saya sudah meminta agar BPOM menguji sample susu formula yang ada di pasaran," kata Menkes Siti Fadilah di Jakarta, Selasa (4/3).

Selain itu, Menkes mengharapkan agar masyarakat tidak resah sehubungan hasil penelitian IPB tentang sejumlah susu formula dan makanan bayi yang tercemar Enterobacter Sakazakii. Bakteri E Sakazakii hanya akan berdampak negatif pada bayi prematur atau bayi dengan kondisi dan daya tahan tubuhnya sudah buruk.

Dalam penelitian IPB itu dikemukakan bahwa bakteri E Sakazakii berbahaya, tetapi tidak dicantumkan berapa kadar bakteri sampai pada tingkat yang membahayakan. Jenis bakteri ini juga tidak berpengaruh buruk jika susu disajikan dengan benar dan hygienis.

"Pokoknya makanan terbaik bagi bayi itu Air Susu Ibu karena mengandung zat gizi paling sesuai untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi," kata Menkes Siti Fadilah.

Secara terpisah, Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PB PDHI) mengeluarkan surat terbuka terkait komentar yang dinilai mendiskreditkan profesi dokter hewan sehingga justru meresahkan dan membingungkan masyarakat.

Menurut PB PDHI, pernyataan bahwa Fakultas Kedokteran Hewan IPB atau dokter hewan tidak tepat meneliti cemaran mikroba (kuman penyakit) terhadap susu formula dan makanan bayi yang berbahan baku asal hewan (susu) adalah tidak benar.

Kedokteran hewan adalah ilmu yang mendalami penyakit pada hewan hidup dan produk hewan (daging, susu, telur, kulit, dsb) yang berpotensi untuk menimbulkan gangguan kesehatan pada manusia. Perlu diingat ada 156 jenis penyakit zoonosis yaitu penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia atau sebaliknya.

Penelitian bakteri Enterobacter Sakazakii adalah penelitian terhadap kuman yang dapat menimbulkan penyakit dan segala aspek yang terkait dengannya. Dalam kepentingan ini, penggunaan hewan coba juga merupakan suatu prosedur baku di kalangan peneliti bidang ked okteran dan spesialisasi untuk berbagai hewan coba mensyaratkan kompetensi khusus yang berada pada profesi dokter hewan.

Berbagai penelitian terhadap produk yang dikonsumsi masyarakat oleh institusi berbadan hukum yang secara legal kompeten dan berhak melakukannya (Tri Dharma Perguruan Tinggi) seyogianya jangan dituduh sebagai itikad buruk ataupun diprasangkai negatif ditunggangi kepentingan komersial ataupun kepentingan politik melainkan harus dikaji secara obyektif dan diapresiasi sebagai salah satu bentuk advokasi publik dalam rangka perlindungan konsumen. Terlebih lagi penelitian ini dilakukan oleh individu berprofesi kedokteran hewan yang disumpah dan berkode etik. (KCM/LOK)

sumber:www.tribunkaltim.com

Samarinda

52 IKM Dapat Sertifikasi Halal dari LPPOM-MUI
Sabtu, 03-11-2007
SAMARINDA, TRIBUN- Sebanyak 52 Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang terdapat di Provinsi Kaltim, mendapat pengakuan sertifikasi halal dari Lembaga Pengkajian Pangan, Obat- obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM-MUI) Kaltim.
Penyerahan sertifikasi halal oleh KH Makmur Salman, Ketua Majelis Fatwa MUI Kaltim kepada seluruh IKM dilakukan di Kantor LPPOM MUI, Sabtu (3/11). Menurut Ketua Pelaksana, drh Hj Gina Saptiani MSi didampingi Abdul Khahim, Tenaga Ahli Hukum, LPPOM-MUI, pengadaan jasa sertifikasi halal sebagai peningkatan sistem mutu industri IKM pangan, merupakan kerja sama LPPOM MUI Kaltim dengan Dirjen IKM Departemen Perindustrian berdasarkan Surat Keputusan (SK).

"Untuk pengadaan sertifikasi halal, kita mendapat bantuan biaya dari Dirjen IKM sebesar Rp 97 juta. Yang digunakan untuk kegiatan penjaringan IKM, sosialisasi dan pelatihan, auditing hingga penyerahan sertifikasi," ujar Gina, Sabtu (3/11). Ia mengemukakan, bantuan dana dari Dirjen IKM sebesar Rp 97 juta hanya untuk 40 IKM. Namun, karena pada saat penjaringan calon peserta sertifikasi lebih dari yang ditargetkan, maka LPPOM MUI berinisiatif untuk membiayai 12 IKM lainnya.

"Kita tidak bisa membatasi IKM yang ingin melakukan sertifikasi halal, secara keseluruhan sepanjang 2007 hingga Oktober sudah terdapat 75 IKM dengan berbagai produk," kata Gina. Kemarin, 52 IKM pangan yang berhasil disertifikasi terdiri dari 17 IKM dari Samarinda, 19 dari Balikpapan, 7 IKM masing-masing dari Bontang dan Tarakan, serta dua IKM dari Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Beragam produk yang mendapat sertifikasi dari LPPOM-MUI mulai dari produk amplang, terasi, sirup, roti hingga ikan dan empek-empek.
sumber:www.tribunkaltim.com

Minggu, 02 Maret 2008


Bekicot Jadi Komoditi Ekspor.

Krisis ekonomi yang berkepanjangan mengakibatkan pendapatan masyarakat turun sampai pada tingkat yang memprihatinkan, sehingga tingkat kemiskinan meningkat dengan drastis dan daya beli masyarakat untuk mencukupi kebutuhannya sangat terbatas, termasuk untuk memenuhi kebutuhan akan protein hewani. Salah satu langkah yang dapat memecahkan kekurangan protein hewani masyarakat dan meningkatkan pendapatan masyarakat adalah dengan melakukan pengolahan bekicot.
Bekicot memiliki nilai gizi yang cukup tinggi. Kandungan protein dalam 100 gram daging bekicot ada 57,08 gram, 3,34 gram lemak, 2,05 gram serat besar, 13,8 abu, 1,58 gram kalsium dan 1, 48 gram posphor. (Chaves, 1997 dalam Sovia Emmy. 1980). Pasar potensial untuk daging bekicot terutama Perancis. Daging bekicot itu sendiri dapat dibuat tepung bekicot yang digunakan sebagai bahan tambahan pada makanan bayi dan untuk bahan campuran pembuatan kerupuk dan lain-lainnya.

A. Daging Bekicot Siap Olah
1. Bahan
- Bekicot hidup 2 kg (100 ekor)
- Garam dapur 400 gram
- Daun jeruk 5 – 10 lembar
- Air 50 liter
- Natrium benzoat 1 – 2 gram
- Cuka 25% secukupnya
- Kayu bakar/minyak tanah secukupnya
2. Peralatan
- Ember plastik
- Tampah atau kawat kasa
- Pengaduk dari kayu
- Kompor
- Pencungkil atau pengungkit kecil
- Panci aluminium atau belanga tanah liat
- Oven (bila perlu)
- Ayakan halus
- Alat penumbuk/penggiling
- Pisau
- Kantong plastik berlabel
- Sealer
- Timbangan
3. Cara Pembuatan
- Simpan bekicot hidup ukuran sedang dalam bak penampungan selama 2 hari 2 malam untuk mengurangi jumlah kotoran dan lendir, kemudian masukkan dalam ember
- Taburi garam dapur sebanyak 250 gram
- Aduk dengan pengaduk kayu selama 15 menit, sampai lendir banyak yang keluar
- Tiriskan selama 15 menit, kemudian masukkan kedalam ember lain dan taburi lagi garam 150 gram
- Aduk selama 15 menit , lalu didiamkan selama 15 menit, kemudian cuci sampai bersih dari lendir
- Rebus dalam belanga tanah liat selama 20 menit sampai mendidih, setelah itu tiriskan dan angin-anginkan
- Pisahkan cangkang dari daging tubuh dengan alat pengungkit
- Pisahkan kotoran dari bagian daging kemudian cuci sampai bersih
- Rebus selama 20 menit sampai mendidih, bubuhi 5 – 10 lembat daun jeruk dan cuka untuk menghilangkan bau amis
- Tiriskan dan angin-anginkan sampai dingin dan kering. Hasilnya berupa daging bekicot siap olah.

B. Tepung Bekicot
Bahan dan peralatan yang dipakai untuk membuat tepung bekicot sama dengan untuk membuat bekicot siap olah dan cara membuat tepung bekicot adalah merupakan kelanjutan dari proses membuat daging bekicot siap olah. Cara pembuatan tepung bekicot sebagai berikut :
- Potong tipis daging bekicot siap olah
- Keringkan dengan sinar matahari sampai daging bekicot kering, atau menggunakan oven dengan suhu 500 – 550 C selama 6 jam. Pengeringan dianggap selesai bila daging bekicot dapat dipatahkan dengan tangan
- Tumbuk sampai halus, kalau memproduksi dalam jumlah banyak dapat menggunakan alat penggiling. Hasil gilingan kemudian ayak sampai diperoleh tepung bekicot yang halus.
- Tepung bekicot dikemas dalam kantong plastik yang sudah diberi label, lalu ditutup rapat dengan menggunakan sealer plastik.
- Tepung bekicot yang sudah dikemas siap untuk dipasarkan.
sumber:Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah
By Amri,Elly Nirmala. 15 Agustus 2007