Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Jumat, 25 April 2008

Tahukah Anda Edisi akhir Maret

KHASIAT MADU
24-12-2007 16:20:39 WIB Oleh : Arief Budi Setyawan
Dalam madu terdapat obat yang menyembuhkan manusia. Petunjuk ilmiah ini sebenarnya telah 15 abad yang lalu Allah SWT kisahkan dalam Al-Quran, surat An Nahl ayat 68-69.
“Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah; “ buatlah sarang-sarang di bukit-bukit dan ditempat-tempat yang dibuat manusia, kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu)”. Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, didalamnya terdapat obat yang menyembuhkan manusia. Sesungguhnya pada yang demikian terdapat tanda-tanda bagi orang yang memikirkan”

Madu mengandung glukosa (dekstrosa) dan fruktosa (levulosa) dalam jumlah yang tinggi. Menurut Winarno (1982), kadar dekstrosa dan levulosa yang tinggi mudah diserap oleh usus bersama zat-zat organic lain, sehingga dapat bertindak sebagai stimulant bagi pencernaan dan memperbaiki nafsu makan. Selain itu, madu juga memiliki sifat antimkiroba. Berdasarkan hasil peneliti Komara (2002), madu memiliki aktivitas senyawa antibakteri terutama pada baktero Gram (+), yakni bakteri S, Aureus, B. cereus

Sejak dahulu madu sudah banyak diginakan oleh para ahli kedokteran untuk menyembuhkan beberapa penyakit. Penyakit-penyakit yang berhasil disembuhkan antara lain : luka (pasca pembedahan, dibuktikan oleh ahli bedah Rusia Y. Krintsky), Penyakit saluran pernapasan bagian atas, flu, penyakit paru (TBC pulmonary), penyakit jantung (Avicena” bapak kedokteran” berpendapat bahwa madu adalah obat penyakit jantung yang manjur), penyakit perut dan usus, penyakit hati, penyakit syaraf dan penyakit kulit. Menutu Winarno (1982), berabad-abad lamanya madu telah digunakan untuk pengobatan penyakit jantung. Otot jantung bekerja tanpa istirahat Karen aitu memerlukan desktrosa sebagai sumber energi untuk menggantikan energi yang hilang .

Madu memiliki komponen kimia yang memiliki efek koligemik yakni asetilkolin. Asetilkolin berfungsi untuk melancarkan peredaran darah dan mengurango tekanan darah. Gula yang terdapat dalam madu akan terserap langsung oleh darah sehingga menghasilkan energi secara cepat bila dibandingkan dengan gula biasa.

Disamping kandungan gulanya yang tinggi (fruktosa 41,0 %; glukosa 35 %; sukrosa 1,9 %) madu juga mengandung komponen lain seperti tepung sari dan berbagai enzim pencernaan. Disamping itu madu juga mengandung berbagai vitamin
seperti vitamin A, B1, B2, mineral seperti kalsium, natrium, kalium, magnesium, besi, juga garam iodine bahkan radium. Selain itu madu juga mengandung antibiotik dan berbagai asam organic seperti asam malat, tartarat, sitrat, laklat, dan oksalat. Karena itu madu sangat tinggi sekali khasiatnya.

Hypocrates, ahli ilmu fisika membiasakan membiasakan diri makan madu secara teratur yang menyebabkan dia dapat mencapai usia 107 tahun, demikian juga halnya Aris Totoles, bapak dari “Natural Science” beranggapan bahwa madu memiliki sifat yang unik yang dapat meningkatkan kesehatan manusia dan memperpanjang usia, dalam arti dalam usia tua masih mempunyai stamina yang kuat dan gangguan penyakit sangat jarang dijumpai. Demikian juga Ibn sina (Avicenna), ilmuwan yang tersohor itu menganjurkan kita mengkonsumsi madu, karena dapat menjaga kekuatan sehingga masih mampu bekerja pada usia tua (senja). Dia juga menganjurkan agar manusia yang telah berusia 45 tahun sebaiknya mengkonsumsi madu secara teratur.

Madu mempunyai potensi sebagai basa karena itu ia dapat berfungsi sebagai desinfeksi terhadap rongga mulut. Nenek moyang kita sering menganjurkan penggunaan 10-15 persen larutan madu dalam air untuk kumur-kumur bagi orang yang selaput mulutnya sedang radang.

Pemberian madu pada anak-anak dapat meningkatkan kadar hemoglobin. Sebagai perbandingan, anak yang tidak diberi madu kandungan hemoglobinnya hanya naik sampai 4 persen selama 40 hari. Sedangkan yang mengkonsumsi madu disamping makan normal, kandungan hemoglobinnya naik 23 persen pada waktu yang sama.

Madu sangat baik sekali bagi bayi terutama madu randu (kapuk), apabila dicampur dengan susu. Hal ini karena madu mengandung cukup banyak besi sedang susu ibu atau susu sapi mengandung sedikit saja. Madu dengan kadar gula dan levulosa yang tinggi sangat mudah diserap oleh usus bersama dengan zat-zat organic lain, dengan demikian dapat bertindak sebagai stimulan bagi pencernaan dan memperbaiki nafsu makan.

Peranan madu bagi pertumbuhan anak kecil sangat penting karena di dalam madu terdapat asam folat, yaitu suatu asam yang banyak pengaruhnya terhadap mahluk yang sedang tumbuh, karena dapat memperbaiki susunan darah , jumlah erytrosit meningkat, demikian juga kandungan hemoglobin.

Semakin tinggi tingkat teknologi suatu negara, semakin tinggi kesadaran akan arti madu dalam menu masyarakat sehari-hari. Mereka semakin mendambakan lebih banyak mengkonsumsi “natural foods”. Madu buan saja termasuk kategori “natural foods”, tetapi juga dalam “natural health foods”.

Dari berbagai negara yang paling gemar mengkonsumsi madu adalah masyarakat Jerman Barat dan Swiss. Dua negara tersebut negara paling rewel terhadap persyaratan keamanan makanan bagi rakyatnya. Mereka rata-rata mengkonsumsi madu 800 gram 1,4 kg/orang/tahun. Amerika Serikat dan Inggris termasuk lebih rendah konsumsi madunya, yaitu berturut-turut rata-rata 400 – 500 gram dan 250 – 350 gram/orang/tahun.

Berbagai jenis enzim terdapat dalam madu, diantaranya adalah diastase, invertase, katalase, peroksidase dan lipase. Madu adalah jenis makanan alami yang paling tinggi kadar enzimnya. Enzim-enzim katalase berperan memecahkan peroksida, suatu ransum limbah metabolisme (radikal bebas) yang mempercepat proses ketuaan.

Berbeda dengan gula biasa yang terdapat dalam permen atau gula yang dapat merusak gigi (carries) yang diakibatkan oleh tumbuhnya bakteri pembusuk yang disebut bakteri asam laktat, madu mengandung antibiotika. Meskipun pH-nya rendah, tetapi karena kandungan mineralnya tinggi mempunyai potensi bersifat basa, dan karenanya dapat berfungsi sebagai desinfeksi terhadap rongga mulut. Nenek moyang kita sering menganjurkan berkumur madu encer (± 15%) untuk menyembuhkan radang rongga mulut.

Dari hasil berbagai penelitian menyatakan bahwa daya antibakteri madu tidak ada sangkut pautnya dengan kadar gula tinggi maupun rendahnya kadar air, tetapi oleh adanya suatu senyawa sejenis lysozyme yang memiliki daya antibakteri. Senyawa tersebut lebih popular dengan nama ‘inhibine’. Bakteri gram negatif lebih peka terhadap ‘inhibine’ daripada gram positif. Inhibine sangat peka terhadap panas. Pada suhu 600C keaktifan inhibine dalam madu hilang hanya dalam waktu 15 menit.
email : arife44@yahoo.com www.edumuslim.org

Sabtu, 05 April 2008

Tahukah Anda ? edisi 15 maret 2008

Makanan dan Khasiatnya
01-08-2007 15:12:25 WIB Oleh : Arief Budi Setyawan
Orang bisa sakit karena makanan, tetapi juga bisa sembuh atau sehat berkat makanan. Makanan penyembuh itu tentu yang tepat untuk penyakit. Berikut beberapa jenis makanan dan minuman yang bermanfaat untuk kondisi kesehatan tertentu:

1. Bubur sumsum dan susu.
Bubur sumsum, dikenal pula dengan sebutan bubur beras, mampu menetralkan asam lambung, sehingga bisa meredakan nyeri lambung. Apabila tidak menderita intoleransi laktosa, kita bisa memasak makanan kaya karbohidrat ini dengan susu. Secara tunggal sejak lama susu dikenal sebagai pereda nyeri lambung. Menurut Ara H. Dermarderosian PhD., profesor farmakognosi di Philadelphia College of Pharmacy and Science, susu cukup membantu asalkan tidak diminum langsung dalam jumlah banyak.

2. Yogurt.
Minuman berbahan dasar susu dan mengandung Lactobacillus acidophilus ini berguna untuk membangkitkan bakteri "baik" dalam lambung. Bakteri "baik" tersebut. biasanya ikut mati ketika kita menjalani pengobatan dengan antibiotika. Padahal, mereka berguna di dalam saluran pencernaan, misalnya menghancurkan sisa-sisa makanan sehingga mudah dikeluarkan. Secara ilmiah memang belum ditemukan mekanisme kerja yogurt di saluran pencernaan. Tetapi, berdasarkan pengalaman dokter di Amerika, yogurt bisa meningkatkan kondisi pasien.

3. Jahe.
"Beberapa penelitian membuktikan jahe cukup efektif melawan mual-mual," ujar Varo E. Tyler PhD., profesor farmakognosi di Purdue University. Karenanya, untuk mengatasi mabuk perjalanan kita bisa mengunyahnya. Sayang, rasanya sangat pedas dan kurang praktis. Wanita hamil juga tidak dianjurkan mengkonsumsinya. Sebagai gantinya kita bisa mengunyah permen jahe.

4. Kopi
Bila mengalami migrain, kita bisa mengobatinya dengan minum secangkir kopi. Menurut dr. Seymour Diamond, Direktur Diamond Headache Clinic, di Chicago, penyakit ini biasanya disebabkan pelebaran pembuluh darah. Sementara, kafein di dalam kopi akan mengerutkan pembuluh darah. Supaya manjur, tambahnya, dianjurkan minum kopi disertai obat analgesik ringan atau obat sakit kepala. Kalau tidak ada kopi, minuman berkafein atau teh kental bisa dijadikan penggantinya.

5. Air jeruk dan pisang.
Minuman campuran air jeruk dan pisang ternyata ampuh sebagai obat diare. Air jeruk bisa menggantikan air, vitamin, mineral, dan kalori yang hilang karena diare. Sementara, pisang menggantikan potasium yang "diperas" ketika diare. Pisang juga mengandung pektin, sejenis serat yang bisa menyerap air di dalam saluran pencernaan. Pisang juga manjur untuk mengatasi perut keroncongan di malam hari, yang membuat kita sulit tidur. Buah ini mengenyangkan, mudah dicerna, tetapi tidak menggemukkan.

6. Air.
Menurut dr. George L. Blackburn PhD., kepala laboratorium gizi/metabolisme di New England Deaconess Hospital, Boston, air adalah salah satu obat stress paling manjur. Bila gugup ketika hendak tampil di depan umum, segelas penuh air bisa mengatasinya. Air juga mencegah dehidrasi, mengatasi mulut kering lantaran cemas, telapak tangan berkeringat, atau berdebar.

7. Susu
Minum susu merupakan cara paling tepat untuk mengatasi kepedasan karena cabe. Susu full cream lebih efektif dibandingkan dengan susu tanpa lemak, karena lemak di dalam susu full cream menyerap capsaicin, senyawa dalam cabe yang menyebabkan pedas. Sebaliknya minum air bukanlah cara penghilangkan pedas, karena capsaicin akan menyebar oleh air di dalam mulut.

8. Makanan pedas.
Untuk mengatasi udara panas, kita bisa mengkonsumsi makanan pedas. Menurut Dr. DerMarderosian, makanan pedas membuat pembuluh darah melar. Tubuh pun keringatan. Berkeringat ini merupakan mekanisme tubuh untuk menurunkan suhu tubuh.
Sumber: www.edumuslim

Sabtu, 15 Maret 2008

Berita terbaru Kecamatan Tenggarong Seberang

Samsuri Aspar Panen Raya di Tenggarong Seberang
Kamis, 06 Maret 2008
Sentra Pertanian Terpusat Pada 10 Kecamatan

TENGGARONG - Meski hujan deras mengguyur di Kecamatan Tenggarong Seberang pada Rabu (5/3) kemarin, tak menyurutkan pejabat di lingkungan Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) dan warga setempat untuk bersuka ria melaksankan panen raya di Desa Bangun Rejo L III Teluk Dalam Kecamatan Tenggarong Seberang.
Panen raya kemarin dipimpin langsung Plt Bupati Kukar Drs H Samsuri Aspar,MM didampingi Ketua DPRD Kukar Rahmat Santoso, serta unsur Muspida, kepala dinas-instansi, Camat Tenggarong Seberang dan sejumlah undangan lainnya.
Plt Bupati Kukar Drs H Samsuri Aspar MM mengaku bangga karena hasil panen di Kukar selama ini terus menunjukan peningkatan, bahkan Kukar menjadi lumbung pangan di Kaltim dengan kontribusi sebesar 40 persen dari total produksi Kaltim.
“Pemkab Kukar dari tahun ke tahun terus berupaya menaikan alokasi anggaran pembangunan untuk pengembangan bidang pertanian, sehingga secara bertahap permasalahan mendasar yang ada di bidang ini dapat diatasi dengan baik,”kata Samsuri dalam sambutannya.
Untuk peningkatan produksi beras nasional dan melestarikan Swasembada beras, menurutnya Pemkab Kukar terus mendorong peningkatan produksi padi dan perluasan areal tanam melalui percetakan sawah baru dan pengembangan teknologi.
Selain itu Samsuri Aspar mengatakan upaya mempercepat modernisasi pertanian khususnya pertanian tanaman pangan yaitu melalui pengembangan mekanisme pertanian, penyediaan sarana produksi dan pembangunan Rice Processing Unit ( RPU ) dengan kapasitas terpasang 5 ton beras per jam serta penetapan lokasi pengembangan padi sawah yang tersentra pada Kecamatan Tenggarong, Tenggarong Seberang, Loa Kulu, Loa Janan, Samboja, Anggana, Muara Kaman, Sebulu, Marang Kayu dan Kota Bangun.
Adapun luas panen padi sawah yang dilakukan hingga saat ini yaitu 41.333 hektar, yang dikerjakan kelompok tani Ngudi Kamulyan Desa Bangun Rejo Kecamatan Tenggarong Seberang, dengan jenis padi SRI ( System of Rice Intensification )
Pada kesempatan itu Samsuri Aspar juga mengingatkan agar warga desa tetap menjaga situasi kondusif diwilayahnya masing-masing. “Jagalah terus suasana Kukar agar tetap kondusif, terlebih lagi dalam waktu dekat akan ada agenda besar yaitu pemilihan kepala daerah (Pilkada) dan PON XVII dimana Kukar tuan rumah untuk 8 cabang olahraga (Cabor),”paparnya. (hmp04) www.dprdkutaikartanegara.go.id

mengkritisi berita terbaru tentang Kecamatan Tenggarong seberang

Kecamatan Tenggarong Seberang memang sejak dulu terkenal dengan daerah pertaniannya yang luas. Daerah ini sudah berkali-kali mengadakan panen raya yang dihadiri baik oleh pejabat pemerintah propinsi atau pejabat kabupaten Kutai Kartanegara atau sekedar hanya dihadiri oleh pejabat kecamatan. Komoditi pertaniannya juga tidak hanya terfokus pada tanaman padi saja namun juga tanaman-tanaman pngan lain seperti palawija dan tanaman lading lainnya, bahkan sekarang ini sudah mulai banyak yang menanam sayur-sayuran seperti bayam cabut, kangkung, kacang panjang, sawi, tomat dll.
Kecamatan Tenggarong Seberang merupakan salah satu daerah yang termasuk dalam daerah penempatan para transmigran yang berasal dari pulau Jawa dan daerah padat penduduk liainnya di Indonesia. Pembagian derah wilayah yang mencakup dalam kecamatan Tenggarong Seberang ini dapat dilihat pada posting sebelumnya yang telah diposting sebelumnya.

Arel pertanian yang ada pada kecamatan ini memang sangat luas dan sangat potensial sebagai ldarah sentra pertanian untuk masyarakat kukar atau bahkan kaltim pada umumnya, hal ini dapat terlihat sejak pertam kali kita memasuki kecamatan ini kita sudah disuguhi oleh pemandangan hamparan sawah yang luas, mulai dari L1 hingga kawasan separi banyak akan kita temui areal persawahan.
Kenyataan seperti ini memang sudah disadari dan direspon oleh pemerintah daerah Kabupaten Kutai Kartanegara dengn mulai mengembangkan dan membangun sarana dan fasilitas yang mendukung semakin berkembangnya sector pertanian ini salah satunya yatitu dengan membangun RPU ( Rice Processing Unit) yang berada di kawasan L2 merupakan fasilitas modern yang dapat memproses lebih cepat dan terkontrol kualitas dari padi yang dihasilkan.
Namun bila dicermati perkembangan sector pertanian di kawasan ini beberapa tahun terakhir ini lebih cendrung mengalami pemunduran dari pada masa-masa tahun 90an. Bila dahulu panen raya dapat diadakan beberapa kali pada berbagai daerah sekarang agaknya lebih jarang diadakan. Belum lagi adanya pengurangan areal pertanian yang sudah beralih fungsi menjadi areal pertambangan Batu bara turut menjadikan daerah ini mulai kehilangan identitas dirinya sebagai daerah sentra pertanian.
Agaknya masalah yang sangat merisaukan masyarakat Tenggarong Seberang dan secara luas masyarakat kaltim adalah alih fungsi dari areal pertanian berubah menjadi areal pertambangan batu bara yang akhir-akhir ini gencar dan sangat pesat terjadi. Batu bara atau sering juga di sebut-sebut sebagai emas hitam oleh banyak kalangan memang banyak terdapat di daerah yang termasuk di Kabupaten Kutai Kartanegara. Dan kitapun tidak bias mengelak dari kenyataan bahwa emas hitam ini merupakan salah satu sector pertambangan yang menyumbang sangat besar bagi PAD (pendapatan asli daerah) kabupaten ini karena memang sebagian besar dari sumber PAD berasal dari sector pertambangan dan khususnya lagi sector pertambangan batu bara.

Geliat eksplorasi dan eksploitasi batu bara ini memang sedang digalakkan oleh pemerintah daerah. Bila kita melihat betapa banyaknya investasi dan uang yang akan kita dapat dengan menggalakkan pertambangan batu bara ini memang sangat menggiurkan, betapa tidak saat ini batu bara dan produk hilirnya memang sedang banyak dikembangakan dan menjadi idola baru sebagai bahan bakar alternative yang kualitasnya lebih baik dari pada bahan baker yang saat ini ada di pasaran seperti BBM dan khususnya minyak tanah yang merupakan bahan bakar masal.
Batu bara dengan berbagai kelebihan dan keuntungan yang akan kita peroleh dengan manggunakannya ini juga perlu perhatian khusus dari semua pihak terutama pada proses penambangannya. Pertanyaan yang mungkin muncul adalah mengapa hal ini perlu perhatian dari semua pihak, jawabanya adalah karena pada proses penambangannya ini banyak areal pertanian yang beralih fungsi sebagai areal pertambangan dan tentunya perubahan peruntukan lahan ini memiliki dampak-dampak yang perlu dicermati bersama.
Perubahan peruntukan areal pertanian menjadi areal pertambangan ini banyak terjadi di kecamatan Tenggarong seberang yang sebelumnya digadang-gadangkan sebagai daerah yang akan menjadi lumbung padi Kaltim. Hal ini seperti terlihat di Desa Kertabuana L4 dimana berhektar-hektar sawah masyarakat yang merupakan warga transmigran yang kebanyakan dari daerah bali dan lombok ini sudah beraih fungsinya. Perubahan ini dari salah satu sisi memang menambah PAD dari Kabupaten namun di sisi lain masyarakat sebenarnya dirugikan dengan adanya kejadian ini. Dengan menghilangnya atau dengan kehilangannya areal pertanian di kawasan ini maka masyarakat yang notabene merupakan masyarakat agraris kehilanga sumber penghidupan mereka yaitu dari bertani. Belum lagi dampaknya bagi jumlah produksi padi yang tentunya akan sangat menurun sebagai dampak dari peralihan ini.
Belum lagi dengan pembatalan pembangunan bendungan irigasi yang bertempat di Desa Bukit Pariaman separi 1 yang perencanaanya berasal dari pemerintah pusat(tepatnya pada masa orde baru yang memang sangat terkenal dengan program pengembangan pertanian yang menasional dan membela rakyat banyak) dan telah melalui kajian yang sangat panjang dan mengeluarkan banyak biaya yang kabarnya telah mencapai sampai 18 milyar. Pembangunan bendungan ini diharapkan dapat mewujudkan kawasan ini menjadi lumbung padi Kaltim dan dapat mengairi ratuasan bahkan mungkin ribuan hektar sawah yang berada pada jangkauannya sehingga masyarakat tidak perlu menjadikan air hujan sebagai sumber pengairan sawah mereka dan tentunya dengan dapat mengatur pengairan sawah mereka dapat menambah produksi padi yang mereka tanam.
Melihat dari fakta tersebut timbul sebuah pertanyaan yang perlu kita jawab bersama sebagai warga kukar dan Kaltim secara umumnya, apakah Kecamatan Tenggarong seberang saat ini masih dapat disebut sebagai lumbung padi bagi Kaltim? Dan Apakah kita sebagai masyarakat Indonesia yang untuk saat ini masih sangat tergantung pada padi sebagai makanan pokok masyarakat kita rela dan dapat menerima bahwa secara tidak langsung kita telah bertaruh dengan mempertaruhkan sector penting pada sektoer pangan dengan memilih sector pertambangan yang mendatangkan uang yang banyak namun memiliki resiko dampak yang kompleks ini?