Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Sabtu, 31 Mei 2008

Tahukah anda awal mei

PUASA MEMFORMAT TUBUH14-09-2007 09:16:48 WIB Oleh : Arief Budi Setyawan
Dalam keadaan normal, tubuh kita mendapatkan energi dan nutrisi yang berasal dari luar tubuh, melalui makanan, minuman dan radiasi. Nah, bagaimana halnya ketika kita sedang puasa?Ketika kita puasa, pada siang hari, dimana tidak ada asupan makanan, aktifitas akan membakar energi hingga habis. Pertama-tama energi diperoleh dari glukosa hasil makan (sahur). Setelah habis, energi diperoleh dari glikogen dalam darah. Bila kandungan glikogen berkurang, baru otak menyatakan lapar dan otak menyuruh kita makan. Bila kita sedang berpuasa, otak akan menghidupkan program autolisis. More About AutolisisSemua makhluk bumi (ular, sapi, ulat, jerapah, gajah, lebah dan semua makhluk hidup lainya) dibekali dengan sistem (fithrah) autolisis yang khas. Sederhananya, autolisis adalah sistem automatisasi dalam tubuh yang memformat ulang kondisi tubuh ke kondisi ideal. Apa yang terjadi dengan Autolisis (pada manusia)? Ketika autolisis diaktifkan, maka ia segera beraksi :1. Autolisis akan mencari database rancangan dasar (fithrah) manusia. Secara keseluruhan ada sekitar 50 trilliun sel penyusun tubuh yang terdiri dari sekitar 200 jenis sel. Autolisi berbekal data detail setiap sel tubuh.2. Autolisis mengerti bagaimana seharusnya kondisi sehat dari setiap jenis sel, di bagian tubuh mana seharusnya sel itu berada, berapa banyak jumlah tiap jenis sel yang ideal bagi tubuh. Selanjutnya, ia akan menghampiri sel-sel liar yang tidak terdapat dalam daftar fithrah, mengubah asan amino dan laktat menjadi gula.Bila sel-sel liar habis, ia akan mendatangi timbunan lemak dalam tubuh dan membakar (oksidas lemak) menjadi keton.Dengan demikian Autolisis akan menghilangkan sel-sel rusak, mati dan benjolan tumor serta timbunan lemak yang sering menjadi sarang zat beracun.Puasa, Sistem Pencernaan istirahatSel-sel liar dan lemak yang telah dihancurkan akan dibawa ke hati. Saat kita puasa, hati tidak disibukkan oleh makanan hasil serapan dari usus. Oleh karena itu, hati akan bekerja penuh menyaring racun-racun hasil autolisis, untuk selanjutnya dibuang keluar tubuh. Disinilah proses detoksifikasi (penghilangan racun) terjadi.Lalu, darah akan dipenuhi energi dan nutrisi yang sehat dan berkualitas tinggi. Sehingga penggantian sel mati, perbaikan sel rusak, dan pembentukan sel baru, terjadi dengan kualitas prima. Tubuh kita segera memiliki sel-sel baru dengan kualitas fithrah, sehat dan berfungsi baik kembali.
Ketika kita berpuasa, energi yang dihemat dari sistem pencernaan, akan digunakan untuk aktifitas sistem kekebalan tubuh dan proses berpikir oleh otak.Dengan puasa, penyakit lebih mudah disembuhkan. Dengan puasa, kita lebih mudah menerima pelajaran maupun saat berpikir. Autolisis Hanya Terjadi dengan NiatAutolisis hanya akan aktif bila kadar glikogen darah berkurang dan otak menyimpulkan kita lapar dan harus makan dan kita berniat tidak makan alias berpuasa.Autolisis tidak akan terjadi ketika tidak ada niat berpuasa. Saat kita lapar, otak memerintahkan organ-organ pencernaan bersiap-siap, sehingga liur, embung, hati, usus ramai-ramai mengeluarkan enzim dan beraktifitas. Bila tidak ada makanan masuk, maka lambung dan usus akan sakit, kita akan kena maag atau radang usus.Saat Puasa, Kendalikan Emosi berlebihan akan menguras energi, otak akan menyerap energi cukup besar. Otak juga akan memerintahkan jantung untuk berdetak lebih cepat sehingga semakin banyak energi terkuras.Emosi negatif akan membawa kita pada kondisi stress, yaitu kondisi emosi yang biasanya terjadi karena stimulus dari luar diri kita yang kemudian disambut dengan respons yang tidak menyeimbangi stimulus tersebut. Akibatnya, kondisi otak akan terganggu. Stress menyebabkan otak mengkonsumsi energi dalam jumlah banyak.Oleh karena itu, sudah selayaknya saat puasa kita tidak mengumbar emosi negatif seperti marah, iri, dengki, sombong, takut dll. Hadapi hal kurang menyenangkan dengan sabar.Tumbuh dan tebarkan emosi positif, seperti tersenyum, optimis, membantu orang lain, melakukan amal kebaikan, bersedekah dllEuphoria sebagai ekspresi kegembiraan yang diungkapkan berlebihan, juga menyedot energi. Sebaiknya hadapi semua hal yang menyenangkan dengan bersyukur. Allah tidak butuh apa-apa dari makhluk, tetapi Allah memberi petunjuk kepada makhlukAgar kehidupan makhluk penuh nikmat Sang pencipta alam semesta mencintai makhlukYang berserah diri pada hukum alam yang telah diteteapkanNYaSerta mengikuti petunjukNyaSemoga Puasa menjadi bulan training dan terapi diri (fisik, psikologis dan spiritual). “Puasa adalah proses untuk menjadi…”Sumber: www.edumuslimemail : arife44@yahoo.com

Tidak ada komentar: